Sunday, January 15, 2012

Kebutuhan Gizi Pada Ibu Hamil Dengan Pre-Eklampsia

B A B I

PENDAHULUAN

Nutrisi adalah hal yang penting untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Salah satunya adalah untuk ibu-ibu yang hamil anak pertama dengan resiko preeklamsi.

Preeklamsi adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehamilan yang membahayakan hidup ibu dan bayinya. Disebut hipertensi bila tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg.

Salah satu justifikasi pelayanan antenatal adalah untuk menurunkan risiko preeklamsi. Selama satu abad yang lalu, pelayanan antenatal meliputi berbagai strategi, termasuk pantangan terhadap udara dingin dan pengurangan konsumsi garam, untuk mencegah preeklamsi. Pada masa yang lebih belakangan, ada yang menyatakan bahwa preeklamsi tidak dapat dicegah; layanan antenatal harus ditujukan hanya untuk penanganan penyakit jika penyakit tersebut sudah muncul. Namun, kemungkinan untuk upaya pencegahan preeklamsi tetap diteruskan, dan kemungkinan ada faktor-faktor penting yang belum diketahui.

Ada suatu pendapat bahwa preeklamsi tidak dapat dicegah, namun penelitian membuktikan, bahwa diet yang tepat akan mengurangi resiko preeklamsi.Sebuah petunjuk tentang pencegahan preeklamsi melalui faktor gizi telah muncul. Sebuah tim dari Seattle melaporkan hasil sebuah penelitian kasus kontrol tentang hubungan vitamin C dengan preeklamsi. Para peneliti menilai adanya paparan terhadap asam askorbat melalui pengukuran level dalam plasma darah dan melalui kuesioner intake makanan. Kedua metode tersebut menunjukkan bahawa perempuan dengan preeklamsi memiliki tingkat konsumsi asam askorbat yang kurang. Perempuan pada kelompok sepuluh persen terbawah kadar asam askorbat plasma empat kali kemungkinannya untuk mengalami preeklamsi.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Norwegian Insitute didapatkan kesimpulan bahwa mengkonsumsi sayur, buah dan minyak sayur akan mencegah preeklamsi, sedangkan konsumsi daging olahan, minuman manis dan makanan kecil yang gurih meningkatkan resiko preeklamsi.

Dengan dukungan epidemiologis lebih lanjut tentang hubungan ini, pencegahan preeklamsi melalui intervensi diet menjadi suatu yang mungkin. Namun, hasil ini harus diletakkan dalam konteks intervensi-intervensi gizi pada masa lalu, yang pada suatu saat juga terlihat menjanjikan. Intervensi-intervensi tersebut banyak macamnya dan meliputi baik penambahan atau pengurangan makanan.

B A B II

LANDASAN TEORI

PENGERTIAN

Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.

Pre eklampsi adalah gejala keracunan kehamilan yang biasanya terjadi pada minggu ke 20 dengan pertambahan berat badan ≥ 3 kg / bulan.

ETIOLOGI

Sampai saat ini, etiologi pasti dari pre-eklampsi/eklampsia belum diketahui. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.

Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan tersebut antara lain :

· Peran Prostasiklin dan Tromboksan 5

· Peran faktor imunologis

· Beberapa studi juga mendapatkan adanya aktivasi system komplemen pada pre-eklampsi/eklampsi.

· Peran faktor genetik /familial 4,5

· Terdapatnya kecenderungan meningkatnya frekuensi preeklampsi/ eklampsi pada anak-anak dari ibu yang menderita preeklampsi/eklampsi.

· Kecenderungan meningkatnya frekuensi pre-eklampsi/eklampspia dan anak dan cucu ibu hamil dengan riwayat pre-eklampsi/eklampsia dan bukan pada ipar mereka.

· Peran renin-angiotensin-aldosteron system (RAAS)

Faktor Risiko :

  1. Kehamilan pertama
  2. Riwayat keluarga dengan pre-eklampsia atau eklampsia
  3. Pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya
  4. Ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
  5. Wanita dengan gangguan fungsi organ (diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan tekanan darah tinggi)
  6. Kehamilan kembar

TANDA DAN GEJALA PRE EKLAMPSI

Dibagi dalam 2 golongan :

a. Pre-eklampsi ringan, bila keadaan sebagai berikut :

· Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi rebah terlentang/tidur berbaring, atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih, atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurang-kurangnya pada 2 x pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.

· Edema umum, kaki, jari tangan dan muka, atau kenaikan berat badan 1 kg atau lebih perminggu.

· Proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih perliter, kwalitatif 1+atau 2+ pada urin kateter atau midstream

b. Pre-eklampsi berat:

Ø Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih

Ø Proteinuria 5 gr atau lebih perliter

Ø Oliguria, jmlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam

Ø Adanya gangguan serebral, gangguan visus dan rasa nyeri di epigastrium

Ø Ada edema paru dan sianosis


PRINSIP DIET PADA PRE EKLAMPSI

è Memperhatikan asupan garam dan protein.

SYARAT DIET

  • è Energy dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara berangsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energy tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
  • Garam diberikan sesuai dengan berat – ringannya retensi garam atau air. Asupan garam mulai dari yang terendah atau sama sekali tanpa garam.
  • è Protein tinggi 1,5 - 2 gr / kg BB
  • è Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.
  • è Vitamin cukup ; vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi.
  • è Mineral cukup, terutama kalsium dan kalium
  • è Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien.
  • è Cairan diberikan 2500 ml sehari disesuaikan dengan metabolisme tubuh pasien.

TUJUAN DIET PRE EKLAMPSI

  • 1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
  • 2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal
  • 3. Mencegah dan mengurangi retensi garam dan air
  • 4. Mencapai keseimbangan nitrogen
  • 5. Menjaga agar pertambahan berat badan tidak naik atau bertambah secara berlebihan
  • 6. Mengurangi dan mencegah timbulnya factor resiko lain / penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan.

PEMILIHAN MAKANAN

  • A. Hindari makanan yang di awetkan Misalnya : dendeng, ikan asin, telur asin, ebi, abon, pindang, dan makanan kaleng lainnya.
  • B. Hindari makanan yang di yang diproses dengan garam, Misalnya : margarine, kecap asin, terasi, petis, tauco, dll.
  • C. Pilihlah makanan yang segar

CARA PENGOLAHAN MAKANAN

  • · Dikukus
  • · Ditumis
  • · Dipanggang
  • · Digoreng

MACAM-MACAM DIET DAN INDIKASI PEMBERIAN

DIET PRE EKLAMPSI I

DIET PRE EKLAMPSI II

DIET PRE EKLAMPSI III

· Untuk pre eklampsi berat

· Makanan berbentuk cair

Contoh : susu dan sari buah

· Jumlah ± 1500 ml

· Hanya diberikan 1 – 2 hari.

· Untuk pre eklampsi sedang

· Makanan berbentuk saring / lunak

· Rendah garam I

· Untuk pre eklampsi ringan

· Makanan berbentuk lunak / biasa

· Protein tinggi rendah garam

BAB III

STUDI KASUS

KEBUTUHAN GIZI IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA

Ny. H , umur 25 tahun hamil anak pertama umur kehamilan 7 bulan,tinggi badan 160 cm

I. BERAT BADAN IDEAL

Perhitungan Berat Badan Ideal :

Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - ( 10% tinggi badan -100)

Jadi berat badan ideal Ny. H adalah (160 - 100) - (10% x (160 - 100) )

60 - 6 = 54 kg.

54 kg ± 10 %

Berat Badan Ideal + (10 % X Berat Badan Ideal )

54 kg + ( 10 % X 54 kg )

54 kg + 5,4 kg

= 59,4 kg

Berat Badan Ideal - (10 % X Berat Badan Ideal )

54 kg - ( 10 % X 54 kg )

54 kg - 5,4 kg

= 48,6 kg / hari à dibulatkan menjadi à 49 kg

II. KEBUTUHAN ENERGI TUBUH (Basic Metabolite Rate/BMR).

49 kg x 25 kal = 1225 kal

1225 x 1,55 = 1898,75 kal

1898,75 + 300 (kalori Bumil) = 2198,75 kal

dibulatkan menjadi = 2200 kal / hari

III. PEMBAGIAN MENU PERHARI

· Menu Pagi 30 % X 2200 kal = 660 kal

· Menu Siang 40 % X 2200 kal = 880 kal

· Menu Sore 30 % X 2200 = 660 kal

Menu Siang 880 kal

KH = 70 %

Protein = 15 %

Lemak = 15 %

KH X 2200 kal = 70 % X 2200 : 4 = 154 gr

Protein X 2200 kal = 15 % X 2200 : 4 = 33 gr

Lemak X 2200 kal = 15 % X 2200 : 9 = 15 gr

Kebutuhan Bahan Makanan Per Hari

Nasi

2

175

350

Protein Hewani

1

95

95

Protein Nabati

2

80

160

Sayur

2

50

100

Buah

4

40

160

Gula

½

40

20

Perhitungan Jumlah Zat Gizi Pada Porsi Makan Siang

BM

gr

kalori

KH

Protein

Lemak

Nasi

200

350

80

8

-

Daging Ayam

50

95

-

10

6

Labu Siam (2 gls )

200

100

20

6

-

Kacang Hijau

50

160

16

12

6

Pepaya (2 ptg)

200

80

20

-

-

Jeruk

200

80

20

-

-

Gula ½ sdm

-

20

-

-

-

JUMLAH

900

885

156

36

12

Pilihan Menu Makan Siang Untuk Ibu Hamil Dengan Pre eklampsia

Makanan Utama

Snack

Nasi

Bubur Kacang Hijau

Ayam Panggang

Pepaya

Sayur Labu Siam

Jeruk

MENU MAKAN SIANG UTAMA

Nasi 200 gr

Ayam panggang


Snack

Jeruk

Labu Siam


Bubur Kacang Hijau

Pepaya

KESIMPULAN

1. Preeklamsi adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehamilan yang membahayakan hidup ibu dan bayinya. Disebut hipertensi bila tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg.

2. Sampai saat ini, etiologi pasti dari pre-eklampsi/eklampsia belum diketahui. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.

3. Prinsip diet untuk ibu hamil dengan pre eklampsi adalah menjaga asupan protein dan garam.

4. Nutrisi adalah hal yang penting untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Norwegian Insitute didapatkan kesimpulan bahwa mengkonsumsi sayur, buah dan minyak sayur akan mencegah preeklamsi, sedangkan konsumsi daging olahan, minuman manis dan makanan kecil yang gurih meningkatkan resiko preeklamsi.

2 comments:

Iqbal Gana Sadewa said...
This comment has been removed by the author.
Iqbal Gana Sadewa said...

Terimakasih Infonya.... Sangat bermanfaat :)